Prof. Dr. Euis Amalia Online

Euis Amalia Logo

Indonesia sedang berada di jalur cepat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Salah satu kunci utamanya adalah memperkuat ekosistem ekonomi syariah agar bisa mendunia. Dalam acara Top Ekonomi Special Islamic Economy di Metro TV, Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag., Ketua Bidang Pengembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah IAEI, membagikan pandangan mendalam mengenai kesiapan kita, terutama dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).

Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari pemikiran Prof. Euis Amalia mengenai arah ekonomi syariah Indonesia ke depan:

1. Indonesia Punya Modal Besar, Tapi Butuh Investasi SDM

Prof. Euis melihat bahwa Indonesia memiliki keunggulan yang luar biasa, mulai dari mayoritas penduduk muslim hingga bonus demografi dengan 70% penduduk berada di usia produktif. Secara kuantitas, kita sudah sangat siap. Tercatat ada lebih dari 950 program studi ekonomi syariah di perguruan tinggi kita.

"Kita sudah menyiapkan dan memandangnya sebagai cost of human investment. Kita sudah berinvestasi untuk SDM yang pada gilirannya siap memimpin ekonomi syariah di dunia."

2. Hubungkan Dunia Kampus dengan Industri Nyata

Pendidikan tinggi tidak boleh berjalan sendiri. Prof. Euis menekankan pentingnya link and match antara kurikulum kampus dan kebutuhan dunia industri halal yang terus berkembang, mulai dari fesyen, kosmetik, hingga makanan.

  • Inovasi dan Daya Saing: SDM kita tidak hanya dituntut bisa memproduksi barang, tetapi juga harus mampu berinovasi agar produk halal Indonesia bisa bersaing di kancah global.
  • Standar Internasional: Prof. Euis menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi berstandar internasional, termasuk bagi para auditor halal, penyelia, hingga juru sembelih halal, agar bisa diterima di pasar global termasuk di negara-negara minoritas muslim.

3. Literasi yang Inklusif untuk Semua

Bicara soal pemahaman ekonomi syariah, Prof. Euis berpesan agar edukasi tidak hanya menyasar kalangan tertentu saja. Literasi harus dilakukan secara inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pengusaha menengah-besar hingga kalangan non-muslim. Dengan segmentasi yang tepat, manfaat ekonomi syariah akan dirasakan lebih luas.

4. Semangat Kebersamaan untuk Maju Bersama

Pada akhirnya, memimpin ekonomi syariah dunia bukan tentang jalan sendiri-sendiri. Prof. Euis mengingatkan bahwa ekonomi syariah sangat sejalan dengan nilai luhur bangsa seperti gotong royong dan kepedulian antarsesama. Kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, akademisi, dan pelaku usaha adalah kunci agar Indonesia benar-benar menjadi nomor satu di peta ekonomi syariah global.