Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari pemikiran Prof. Euis Amalia mengenai arah ekonomi syariah Indonesia ke depan:
Prof. Euis melihat bahwa Indonesia memiliki keunggulan yang luar biasa, mulai dari mayoritas penduduk muslim hingga bonus demografi dengan 70% penduduk berada di usia produktif. Secara kuantitas, kita sudah sangat siap. Tercatat ada lebih dari 950 program studi ekonomi syariah di perguruan tinggi kita.
"Kita sudah menyiapkan dan memandangnya sebagai cost of human investment. Kita sudah berinvestasi untuk SDM yang pada gilirannya siap memimpin ekonomi syariah di dunia."
Pendidikan tinggi tidak boleh berjalan sendiri. Prof. Euis menekankan pentingnya link and match antara kurikulum kampus dan kebutuhan dunia industri halal yang terus berkembang, mulai dari fesyen, kosmetik, hingga makanan.
Bicara soal pemahaman ekonomi syariah, Prof. Euis berpesan agar edukasi tidak hanya menyasar kalangan tertentu saja. Literasi harus dilakukan secara inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pengusaha menengah-besar hingga kalangan non-muslim. Dengan segmentasi yang tepat, manfaat ekonomi syariah akan dirasakan lebih luas.
Pada akhirnya, memimpin ekonomi syariah dunia bukan tentang jalan sendiri-sendiri. Prof. Euis mengingatkan bahwa ekonomi syariah sangat sejalan dengan nilai luhur bangsa seperti gotong royong dan kepedulian antarsesama. Kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, akademisi, dan pelaku usaha adalah kunci agar Indonesia benar-benar menjadi nomor satu di peta ekonomi syariah global.
Notifications