Jakarta, 25 Oktober 2025 — Dalam momentum penting menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, suara perempuan Indonesia kembali menggema dengan penuh semangat. Prof. Euis Amalia, tokoh akademisi dan pemimpin pemikiran dalam bidang ekonomi syariah dan pemberdayaan perempuan, menyampaikan refleksi hangat usai menghadiri dua agenda strategis nasional: Seminar Transformasi Ekonomi Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan serta Rakernas Perpina (Perempuan Pemimpin Indonesia).
“Baru pertama kali menghadiri acara Seminar Transformasi Ekonomi Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan, lanjut Rakernas Perpina (Perempuan Pemimpin Indonesia), sangat solid, kreatif, bersahabat dan ibu-ibu yang smart,” tulis Prof. Euis dalam unggahan Instagram-nya.
Sebagai Pembina Perpina Banten, Prof. Euis tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga aktif memberikan semangat dan motivasi kepada para perempuan pemimpin dari berbagai daerah. Kehadirannya menjadi penegas bahwa transformasi ekonomi tidak akan pernah utuh tanpa keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, inovasi sosial, dan kepemimpinan komunitas.
Ekonomi Inklusif Butuh Kepemimpinan Perempuan
Transformasi ekonomi yang inklusif bukan sekadar jargon. Ia menuntut keberanian untuk mendobrak struktur lama yang eksklusif dan membuka ruang partisipasi yang setara. Dalam konteks ini, perempuan bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek perubahan. Rakernas Perpina menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia siap mengambil peran strategis dalam merancang masa depan bangsa.
Prof. Euis menyoroti kualitas para peserta Rakernas yang ia sebut “solid, kreatif, bersahabat, dan smart.” Ini bukan pujian kosong, melainkan pengakuan atas kapasitas kolektif perempuan Indonesia yang selama ini kerap terpinggirkan dalam diskursus ekonomi makro.
Semangat Baru dari Banten untuk Indonesia
Sebagai tokoh yang membina Perpina Banten, Prof. Euis membawa semangat lokal yang bergaung secara nasional. Banten, dengan sejarah perlawanan dan kearifan lokalnya, kini menjadi ladang subur bagi tumbuhnya pemimpin perempuan yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga berakar pada nilai-nilai kebersamaan dan keberlanjutan.
Motivasi yang ia berikan kepada para peserta bukan sekadar ajakan untuk “maju,” tetapi juga untuk berani memimpin, berjejaring, dan menciptakan solusi konkret bagi tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi perempuan di akar rumput.
Menuju Ekosistem Kepemimpinan Perempuan yang Berkelanjutan
Kehadiran Prof. Euis dalam dua forum penting ini menandai babak baru dalam penguatan ekosistem kepemimpinan perempuan di Indonesia. Ia menjadi simbol bahwa akademisi, aktivis, dan pemimpin komunitas dapat bersinergi untuk mendorong kebijakan yang lebih adil gender dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Di tengah tantangan global dan ketimpangan struktural, suara-suara seperti Prof. Euis menjadi mercusuar harapan. Bahwa transformasi ekonomi Indonesia tidak hanya mungkin, tetapi juga harus dipimpin oleh perempuan-perempuan yang berani, cerdas, dan bersahabat.