Oleh: Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag
Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi hari yang sangat istimewa. Hari itu, saya berkesempatan menghadiri Tasyakuran 70 Tahun Mengabdi Prof. Dr. H.M. Amin Suma, sekaligus peluncuran karya terbaru beliau yang luar biasa: Filsafat Jalan Lurus dan Tafsir Mukallamah. Dengan hadirnya dua buku ini, total karya yang telah beliau lahirkan kini melampaui angka 50 buku—sebuah pencapaian literasi yang menjadi oase bagi dunia akademik Indonesia.

Sebagai murid yang tumbuh di bawah naungan ilmu beliau, saya diminta memberikan testimoni dalam buku Bedah MAS. Menuliskan testimoni untuk beliau bukanlah hal sulit, sebab sosoknya telah mewarnai hampir seluruh perjalanan hidup saya.
Perjalanan Panjang dari Bangku Sekolah hingga Guru Besar
Hubungan saya dengan beliau bermula jauh sebelum saya mengenal dunia kampus. Saya telah mengenal beliau sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Garis takdir kemudian membawa saya menjadi mahasiswi beliau di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mulai dari jenjang S1, S2, hingga menyelesaikan studi S3.
Tidak berhenti sebagai murid, saya pun kemudian menjadi kolega dan “anak buah” langsung saat beliau menjabat sebagai Dekan selama tiga periode. Di bawah bimbingan tangan dingin beliaulah, saya memulai kiprah di UIN Jakarta—mulai dari mengelola Laboratorium Bank Mini Syariah hingga diamanahi sebagai Ketua Prodi S1 Muamalat selama dua periode masa kepemimpinan beliau.
Merawat Warisan Keunggulan Akademik
Keteladanan Prof. Amin Suma dalam membangun tata kelola fakultas yang unggul menjadi standar yang selalu saya pegang. Bahkan setelah masa jabatan beliau berakhir, saat saya dipercaya menjadi Wakil Dekan Akademik di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di bawah kepemimpinan dua dekan berikutnya, semangat perubahan dan integritas akademik yang beliau tanamkan terus saya perjuangkan demi menjaga marwah institusi.
Meski kemudian langkah pengabdian membawa saya pindah ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk memimpin Prodi S3 Perbankan Syariah hingga tahun 2023, spirit beliau tetap melekat. Beliau adalah sumber inspirasi terbesar yang mendorong saya hingga berhasil meraih gelar Guru Besar di bidang Ekonomi Islam pada tahun 2019.
Doa dan Harapan
Bagi saya, Prof. Amin Suma adalah teladan nyata tentang bagaimana syiar Ekonomi Islam harus dikembangkan di semua jenjang pendidikan. Beliau mengajarkan bahwa ilmu bukan sekadar untuk gelar, melainkan untuk kemaslahatan umat.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan kepada beliau. Doa yang sama juga saya panjatkan untuk seluruh guru dan dosen yang telah dengan ikhlas mentransfer ilmu yang bermanfaat.
Bagi saya pribadi, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah dalam mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat di setiap embusan napas kehidupan ini.
Amiin ya Rabbal Alamin.