JAKARTA — Pusat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (P2EKS) UIN Jakarta kembali memanggil para akademisi, praktisi, pengamat, serta penggerak ekonomi Islam untuk mengikuti agenda ilmiah penting melalui Diskusi Serial Ekonomi dan Keuangan Islam Ke-13. Mengusung tema strategis “Model dan Epistemologi Ekonomi Islam dalam Menjawab Tantangan Global”, acara ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 06.00 – 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.
Forum ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa dan kalangan intelektual yang ingin memperdalam akar keilmuan serta model aplikatif ekonomi Islam dalam merespons dinamika dan ketidakpastian perekonomian global kontemporer.
Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi melalui Opening Remark oleh Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. Dalam kapasitasnya sebagai Direktur P2EKS UIN Jakarta, Ketua Bidang V DPP IAEI, Direktur Eksekutif KDEKS Banten, sekaligus Wakil Dewan Pakar MES, Prof. Euis Amalia akan memaparkan urgensi penguatan fondasi epistemologis ilmu ekonomi Islam di tengah kompleksitas krisis global.
Sesi inti diskusi akan menghadirkan narasumber terkemuka, Dr. Ikhwan Abidin Basri, M.A. (Pakar Ekonomi Islam), yang akan mengupas tuntas model konseptual dan operasionalisasi syariah. Jalannya diskusi dipastikan interaktif dan bernas dengan dipandu oleh moderator Prof. Dr. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc. (Guru Besar UIN Jakarta).
Selain mendapatkan wawasan keilmuan yang mendalam langsung dari para pakar senior tanpa mengganggu jam perkuliahan reguler, para peserta yang bergabung via Zoom maupun melalui siaran langsung di kanal YouTube Kalam TV juga akan memperoleh berbagai keuntungan, di antaranya:
Cara Bergabung:
Bagi Anda yang berminat mengikuti kegiatan ini, silakan melakukan registrasi melalui tautan resmi berikut: https://bit.ly/DiskusiSerialEkonomidanKeuanganIslam13
Dukungan Dakwah & Penyiaran:
Salurkan infak terbaik Anda untuk mendukung operasional Kalam TV melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 4201920204 a.n. Kalam TV.