Seminar Nasional STEBI Global Mulia
Cikarang, 21 September 2025 — STEBI Global Mulia menggelar Seminar Nasional bertajuk “Masa Depan Filantropi Islam dan Sociopreneurship” dengan menghadirkan Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag., Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai pembicara utama. Acara hybrid di Aula Gedung E STEBI dan via Zoom ini diikuti lebih dari 300 peserta dari mahasiswa, dosen, alumni, hingga pegiat ekonomi Islam.
Transformasi ZISWAF Menuju Sociopreneurship
Dalam pemaparannya, Prof. Euis menekankan pentingnya transformasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dari pola konsumtif menuju model produktif berbasis sociopreneurship.
“Charity itu penting, terutama saat darurat. Tetapi jika terus konsumtif, mustahik akan tetap bergantung. Filantropi Islam harus naik kelas menjadi sociopreneurship agar melahirkan kemandirian,” tegas Prof. Euis.
Potensi ZISWAF Nasional Rp 300 Triliun
Ia mengungkap potensi ZISWAF nasional yang diperkirakan mencapai Rp 300 triliun per tahun, namun realisasinya masih jauh dari optimal. Menurutnya, pendekatan sociopreneurship dapat menjadi strategi kunci untuk memaksimalkan dana filantropi dan menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
Bekasi, Kawasan Industri dengan Peluang Besar
Ketua Yayasan Global Insan Mulia, K.H. Teguh Wibowo, menambahkan bahwa Bekasi sebagai kawasan industri memiliki peluang besar untuk pengembangan ekonomi Islam dan pemberdayaan UMKM. Ia mendorong adanya kebijakan fiskal yang berpihak pada pelaku usaha kecil berbasis syariah.
Momentum bagi STEBI Global Mulia
Seminar ini menjadi momentum penting bagi STEBI Global Mulia untuk memperkuat peran akademik dalam mendorong inovasi ekonomi Islam yang inklusif, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.