Dalam Islam, perempuan memiliki peran penting yang sejatinya diakui sebagai kekuatan utama dalam membangun ketahanan ekonomi umat. Hal ini ditegaskan dalam Quran surat An-Nahl ayat 97 yang menyatakan bahwa siapa saja yang berbuat amal saleh—baik laki-laki maupun perempuan—dan beriman, Allah akan menganugerahkan kehidupan yang baik dan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
Inspirasi Peran Perempuan dari Para Sahabat dan Tokoh Sejarah Sejarah mencatat kontribusi besar perempuan, baik di era Rasulullah maupun di Indonesia. Para sahabiat seperti Khadijah binti Khuwailid, Fatimah Azzahra, Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshoriyah, Aisyah binti Abu Bakar, hingga Asma binti Abu Bakar memainkan peran aktif di ranah publik—dalam ekonomi, pendidikan, hingga politik. Di Indonesia, ada para pejuang wanita luar biasa seperti Ratu Kalinyamat, Malahayati dari Aceh, Raden Ajeng Kartini, dan Siti Walida Ahmad Dahlan. Mereka mampu memperjuangkan keadilan, kepedulian, serta mengambil keputusan tegas yang turut menopang ekonomi dan kesejahteraan umat.
Kontribusi Perempuan Dalam Ekonomi Islam Menurut Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag, pakar ekonomi Islam, perempuan memiliki peran vital dalam berbagai aspek ekonomi, di antaranya:
- Pengelolaan Keuangan Keluarga
Perempuan sebagai ibu rumah tangga mampu merancang keuangan keluarga dengan bijak dan efisien, yang menjadi fondasi ekonomi rumah tangga sekaligus umat. - Wirausaha dan Penciptaan Lapangan Kerja
Dengan kreativitas dan keberanian, perempuan dapat menjadi pengusaha sukses, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan memajukan ekonomi lokal maupun nasional. - Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah
Perempuan berperan penting dalam menyebarkan kesadaran tentang prinsip ekonomi syariah, seperti keadilan, kesetaraan distribusi pendapatan, dan kemandirian ekonomi.
Tantangan dan Peluang Meski memiliki kontribusi besar, perempuan masih menghadapi diskriminasi, stereotip, dan beban ganda (double burden). Namun, dengan pendidikan, kolaborasi, dan peningkatan akses terhadap peluang, perempuan dapat terus memperkuat posisi mereka dalam ranah ekonomi umat.
Pelajaran berharga dari perjuangan wanita di masa lalu adalah keberanian, kepedulian, dan ketegasan mereka dalam menghadapi tantangan—karakter ini menjadi bekal utama bagi perempuan masa kini untuk menjadi penopang ekonomi yang tangguh.