JAKARTA, euisamalia.com – Guru Besar Ekonomi Syariah, Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag., menghadiri undangan penting di Istana Negara pada Kamis (15/1/2026). Pertemuan bertajuk Taklimat Presiden RI tersebut menghadirkan para Rektor,Pimpinan Perguruan Tinggi (PTN, PTS, dan PTKIN), serta para Guru Besar dari seluruh Indonesia.

Selama kurang lebih tiga jam, Presiden memberikan arahan strategis mengenai posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global (uncertainty). Prof. Euis mencatat beberapa poin krusial yang menjadi perhatian serius bagi dunia akademik dan industri.
Memperkuat Daya Tahan (Survival) Nasional
Presiden menekankan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan bertahan (survival) dalam menghadapi dinamika global yang sulit diprediksi. Kuncinya terletak pada optimalisasi kekayaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, yang harus diarahkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat melalui hilirisasi proyek strategis nasional.
Program Ekonomi Pro-Rakyat
Dalam paparannya, pemerintah berkomitmen memperkuat ekonomi domestik melalui berbagai program unggulan, di antaranya:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peningkatan kualitas SDM.
-
Penguatan Koperasi KDMP dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UKM.
-
Optimalisasi Danantara untuk mendukung industri manufaktur dan proyek strategis.
Kabar Baik untuk Dunia Riset: Dana Naik 50%
Satu hal yang menjadi angin segar bagi para akademisi adalah komitmen pemerintah untuk meningkatkan dana riset hingga 50% atau mencapai Rp 4 Triliun.
“Peningkatan dana riset ini diharapkan mampu melahirkan hasil riset inovatif yang berdampak langsung pada peningkatan PDB Nasional. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan SDM unggul yang berdaya saing global,” ujar Prof. Euis merangkum arahan Presiden.
Sinergi Triple Helix
Prof. Euis menggarisbawahi bahwa keberhasilan visi ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara tiga pilar utama: Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Industri. Tanpa kolaborasi ini, hilirisasi dan inovasi hanya akan menjadi wacana di atas kertas.
Serba-Serbi Istana
Ada momen unik dalam pertemuan kali ini. Karena protokol keamanan yang ketat, para tamu undangan tidak diperkenankan membawa ponsel ke dalam ruangan.
“Foto-foto yang terhimpun sebagian besar merupakan dokumentasi dari Humas Istana dan kiriman rekan-rekan sejawat yang hadir,” ungkap Prof. Euis melalui akun Instagram pribadinya, @euisamalia_2019.
Meski tanpa dokumentasi mandiri secara leluasa, esensi dari pertemuan tiga jam tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi civitas akademika untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa di tahun 2026 ini.